Senin, 01 Februari 2010

Jejak Surat Kaleng

Dering jam wekerku bengunkan aku dari alam yang baru saja aku lupakan.Mimpi.Kulirik sekilas jam plastik berbingkai karakter kartun Bleach dengan warna dasar biru susu.Jarum panjangnya menunjuk angka lima sedangkan yang pendek menunjuk angka enam.WHAT?!!Setengah tujuh?Waduh aku telat!!!
Gedubrak,aku tersandung kaki meja.Gedubruk,aku nubruk pintu lemari.Benda apalagi yang bakal aku tabrak,injak,dan tendang?
Gila!Ini kan mata pelajaran Bu Ratmi.Guru sejarah yang super killer.Bisa-bisa nggak pernah lulus ulangan nih kalau sampai telat.Mampus.

♥ ♥ ♥

“Kenapa sih kamu?Kok buru-buru gitu?”tanya Melda teman sebangkuku setelah melihat aku lari-lari masuk kelas.
Saat aku masuk,kelas masih sepi.Hanya ada Melda,Ibeng,Sasa,dan Joe yang lagi molor di pojokan kelas.
“Kok sepi sih?”tanyaku heran.
Melda dan semua orang yang ada di kelas langsung melotot mendengarku melontarkan pertanyaan itu.Tentu saja kecuali Joe yang mungkin juga ikut melotot dalam mimpinya.Lebai!
“Kamu tuh aneh banget deh.Udah tumben-tumbenan berangkat pagi,sekarang tanya hal yang bodoh kaya gitu.”jawab Melda tetap dengan muka herannya.
Kucek kucek kucek.Dua tiga kali kukucek mataku yang mungkin masih ketiduran.Mimpi kali ya.Aku ingat betul jam di kamarku menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.Atau jangan-jangan aku kudu pakai kaca mata ya?
“Heh,Non!Kamu ngapain sih?Kaya orang bingung gitu.Emang tadi habis lewat kuburan ya?Kok kaya orang kesambet.”celetuk Ibeng tanpa dosa.
Aku Cuma bisa bengong tanpa tahu mesti pasang wajah gimana.
“Bi,kamu tuh udah bangun kan?Kok kaya orang hilang gitu.Nyawa kamu udah ngumpul belum sih?”gantian Sasa ikut-ikutan bikin ribet.
“Stop!Tadi aku lihat jam di kamarku tuh jam setengah tujuh.Nggak mungkin dong aku telat.Aku yakin bener..!”kataku kemudian.
“Kamu merem kali lihatnya.Lihat tuh!Jam kelas kita nunjukin jam berapa?”Kata Ibeng sambil nunjuk-nunjuk jam dinding yang nempel di tembok,tepat diatas papan tulis.
Lemes.Itulah reaksiku setelah melihat jam kelas yang dengan sombongnya menunjukan pukul setengah tujuh pagi.Jadi ini baru setengah tujuh?Terus tadi jam wekerku bohong dong?
Drrrrrt...drrrrrt.Ponselku yang aku kantongi di saku rokku bergetar sekali.Tanda bahwa ada pesan baru.
Pesan dari Mas Bebe:
Dek,lain kali kl mw brgkt k skul pgian dkit!Kan rpt kl mas msti nypetin jam u trs.Peace Bi!!Xp

Busyet.Bener-bener sial.Dasar mas Bebe gokil.Awas kalau udah sampai rumah aku bejek-bejek.Biar tahu rasa.
“Kenapa?Mau marah-marah sama HP?”tanya Melda yang rupanya dari tadi masih terfokus padaku.
“Enggak Mel.Ternyata mas Bebe yang ngerjain aku.Gokil tuh abang-abang!”
“Tapi yahut juga idenya bikin kamu berangkat pagi.”Melda nyengir.
“Lemes nih!”
“Bi,aku mau ke kantin nih.Ikut nggak?”ajak Melda.
“Ogah.Aku tuh masih lemes.Udah pergi sama Sasa aja!”tolakku sambil meletakkan kepalaku di atas meja.
Kelas jadi sepi.Hanya ada aku,Ibeng yang lagi tenggelam dengan earphonenya,dan Joe yang emang dari tadi udah molor.
Kresek.Suara plastik yang bersumber dari dalam laciku.Jangan-jangan banyak sampahnya nih!Ih jorok deh!
Ketika tanganku mengublek-ublek laciku ada sebuah benda yang aku dapatkan.Tebak apa yang aku pegang?Setangkai mawar kuning.
Jangan-jangan……Aku melanjutkan merogoh-rogoh laci.Dan dugaanku benar,benda yang aku duga turut serta dengan mawar ini sudah ada di tangan.Sepucuk surat dengan amplop biru sebagai pembungkusnya.Seperti yang sebelumnya,surat itu selalu beraroma parfum cowok.
Dear Abi,
Abi,tiap pagi aku selalu bertemu pandang dengan mata indahmu.Tiap saat aku melihat dengan detail apa yang kamu lakukan.Apa kamu tak pernah sadar bahwa aku yang di depanmu adalah pemilik rasa istimewa ini?Aku sedikit ragu setelah sepuluh surat aku selipkan di lacimu ini kau tak pernah tahu sipa aku.Mungkin setelah sebuah mawar kuning ini takkan ada lagi surat dariku.Mungkin ini yang kamu mau.Walau begitu aku selalu menunggumu sampai kamu menemukan aku.

Your secret admire,
Surat tanpa nama lagi.Siapa sih yang ngirim kaya ginian?Tapi aku juga seneng sih ada yang sayang sama aku.Kayanya tadi dia bilang kalau dia ada di depanku,berarti dia ada di kelas ini?
Langsung saja kulayangkan pandangan ke seisi ruangan.Ada beberapa cowok yang ada di kelas ini,yaitu:Ibeng,Joe,Ryan,Beni,Ucok,dan Desta.
Dan diantara mereka yang berbau mirip-mirip surat ini Cuma ada tiga,yaitu:Ryan,Joe,sama Desta.Kira-kira dari ketiga cowok yang sifatnya saling beda jauh ini siapa yang ngirim surat ini?
“Selamat pagi anak-anak.Hari ini kita akan diskusi kelompok.”tiba-tiba Bu Ratmi sudah ada di depan kelas dengan perintahnya.
Oke mungkin dari diskusi kelompok ini aku bisa sekalian menyelidiki orang yang ngirim surat-surat kaleng itu.
♫ ♫ ♫
Oke.Setelah penyelidikan yang aku lakukan satu hari ini.Aku punya dua kandidat yang sikapnya sangat mencolok.
Kandidat pertama:Desta.Selama seharian ini aku coba untuk tebar pesona sama Desta.Dan dia merespon dan jadi suka menatap mataku.Itu ciri pertama.Tadi waktu pulang sekolah Desta juga menawarkan diri buat nganterin aku pulang.Itu makin menunjukkan bahwa dia ada sesuatu sama aku.Tapi waktu aku tanya dia suka ngasih cewek bunga apa enggak dia dengan yakin jawab:”Sorry Bi,aku tuh nggak suka ngasih barang kaya gitu sama cewek.Norak tahu!”
Kandidat kedua:Ryan.Kenapa?Karna aku yakin benar kalau Joe bukan pelakunya.Karna yang ada di otak Joe Cuma molor sama main game.Joe tuh maniak game.Mana sempat dia mikirin cewek?
Oke kembali pada Ryan.Setahuku,Ryan orangnya romantis banget dan suka bikin puisi dan cerpen romantis.Wajahnya oke punya.Sayangnya rada kutu buku.Dan dia itu susah ditebak.
Jadi siapa dong my secret admire?
☺ ☺ ☺
Satu bulan berlalu setelah kejadian bunga mawar itu.Sampai sekarang aku juga belum menemukan siapa penggemar rahasiaku.Aku juga tak pernah lagi menerima surat kaleng setelah hari itu.Orang-orang yang kujadikan kandidat juga semakin nggak menunjuk pada kata tidak mungkin.
Desta.Ternyata playboy.Dalam sebulan bisa ganti pacar tiga kali.Nggak mungkin dia.But,who knows?
Ryan.Ryan juga udah punya cewek.Melda.Ya teman sebangkuku.Ternyata mereka pacaran udah hampir satu tahun.Tapi backstreet.Itu juga lebih nggak mungkin.
Lalu siapa?Joe?Joe tuh nggak pernah nggak molor kalau di kelas.Jangankan nyapa,aku aja jarang lihat mukanya.Kebanyakan disembunyiin dibalik tas.Itu jelas nggak mungkin.
“Heh,Non.Ngapain bengong aja?Catat tuh tugasnya.Ntar aku terima jadi aja!”Ibeng nyodok kepalaku pakai fulpen.
“Bentardong.Lagian ini kan istirahat.Kenapa nggak nyatet sendiri aja?”kataku sewot.
“Pelit banget sih jadi orang.Oh iya.Nih,dari Joe.Tadi sebelum bobo dia nitip ini buat kamu.Katanya maaf karna udah hampir empat bulan nggak ngembaliin DVD kamu.”Ibeng ngeloyor pergi setelah menyerahkan kaset DVDku yang kupikir nggak bakal dikembaliin sama Joe.
“Dasar Joe.Sama aja dikembaliin apa enggak.Udah kucel gini!Dasar tukang molor!”gerutuku.
☻ ☻ ☻
Sepulangnya dari sekolah aku langsung lari ke kamar dan memutar DVDku di computer.Udah lama banget aku nggak ngedengerin kaset musik Jazz kesayanganku ini.Gara-gara si tukang molor.
Setelah aku masukkan ke tempatnya aku langsung melempar tubuhku ke tempat tidur.Posisi yang paling enak buat dengerin musik adalah sambil tidur.Itu pasti.
Satu menit,dua menit,sampai lima menit tak ada suara yang keluar dari speaker.Rusak kali ya?
Aku pun beranjak dari ranjang menuju meja belajarku.Kulihat di layar komputerku foto-fotoku yang dibuat movie.Banyak banget fotoku yang semuanya diambil di dalam kelas tanpa sepengetahuanku.
Pada slide terakhir adalah sebuah tulisan:

Akhirnya kumenemukanmu.
Joe

Pada slide terakhir itu juga disertakan fotoku saat memegang setangkai mawar kuning dengan wajah kebingungan.

"buat yang udah baca....makasih berat yawpz....kasih komentar dunkz....wii tunggu yawpz...!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tawa.

Bukanlah sesuatu yang mewah.Tapi hanya dengan sebuah tawa seseorang dapat merasakan kebahagiaan yang lebih daripada sekedar mendapat emas.

Satu tawa satu kebaikan.Banyak tawa…banyak kebaikan?Ya nggak lah….banyak tawa patut dicurigai sebagai orang gila…..karena itu gejala awalnya….

Sesuatu yang kurang itu tidak baik.Apalagi yang berlebihan.Tertawalah sesuai takaran.Baca aturan pakai.Jika sakit berlanjut hubungi dokter.

MP3 Player